Perusak Kehidupan
Sesungguhnya salah satu perusak masyarakat baik dunia maupun agama adalah merajalelanya perzinaan di atas muka bumi.
Allah SWT melalui Rasul-Nya menganjurkan pernikahan dan mengharamkan zina. Bahkan orang yang melakukannya tidak memandang muslim atau kafir harus dihukum rajam hingga mati bagi yang sudah bersuami atau beristri, dan adapun yang masih perjaka atau gadis maka dihukum dera 100 kali dan diasingkan setahun itupun jika masih hidup. Begitu beratnya hukuman berzina yang ditetapkan oleh Tuhan manusia Allah SWT yaitu nyawa taruhannya, maka jangan sekali-kali mendekat atau yang paling fatal melakukannya, jangan sekali lagi jangan.
Dari hukuman berzina yang demikian beratnya ini, walaupun dilakukan suka sama suka sekalipun, tentu kita sebagai orang yang berakal dapat menangkap signal bahwa ini adalah pelanggaran berat yang termasuk dosa besar. Kenikmatan yang dirasakan ketika berzina tidak sebanding dengan hukuman yang begitu beratnya sebab nyawa menjadi taruhannya.
Logika Pendukung Perzinaan
Jika kita termasuk orang yang mengaku logik karena terpengaruh pemikiran kafir dari barat, tentu kita akan membantah dan berkata,” Bagaimana bisa hubungan seks/zina yang dilakukan antara dua orang yaitu laki-laki dan wanita yang suka sama suka walaupun bukan suami atau istri dihukum begitu beratnya. Bukankah perbuatan itu membuat nikmat keduanya dan tidak merugikan siapa-siapa.” Lalu dia akan berkata,”Dan secara logika sesuatu yang menguntungkan kedua belah pihak dan menyenangkan keduanya adalah bukan tindak kriminal. Jadi dengan demikian zina boleh-boleh saja.” Demikianlah dengan logika batilnya mereka membantah dengan seolah-olah berpegang kepada logika yang waras padahal sebenarnya tidak sama sekali.
Ada Apa Dibalik Perzinaan
Untuk menjawab apa dibalik zina ini, marilah kita berpikir secara logis berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang terlepas dari subyektifitas dan intervensi hawa nafsu manusia.
Allah SWT telah menciptakan manusia berpasangan, lelaki dan perempuan. Dan Allah melengkapinya dengan perasaan saling tertarik antara keduanya yang kemudian diwadahi dalam ikatan pernikahan untuk membentuk suatu keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Dari masing-masing jenis dari lelaki dan perempuan dilengkapi dengan alat kelamin yang mempunyai tugas dengan spesifikasi yang berbeda akan tetapi mempunyai fungsi yang sama yakni untuk memperkembangbiakkan manusia di atas muka bumi agar mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT.
Dan dijadikanlah hubungan antara keduanya (diikat pernikahan) kenikmatan yang sangat lezat yang dapat dinikmati keduanya dalam kemesraan, romantisme dan rasa cinta yang mendalam.
Dan yang paling fatal mereka terang-terangan menantang Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang mengikutinya dengan menjadikan kenikmatan berhubungan yang suci dan murni ini sebagai komoditi yang diperdagangkan secara terang-terangan melalui perzinaan dengan membuat lembaganya dan perangkat hukumnya sehingga terlindungi. Maka bergelimpanganlah para wanita menjadi budak seks/zina yang dilakukan kaum laki-laki dengan bebasnya tanpa rasa cinta, tanpa pernikahan, dan tanpa pertanggung jawaban. Setelah berzina lalu bayar dan selesailah urusan tanpa rasa dosa dan penyesalan. Maka merajalelalah perzinaan dan rusaklah masyarakat lalu terhinalah derajat kaum wanita karena selalu dipermainkan.
Wanita Terjebak dalam Zina
Dengan dalih perjuangan emansipasi wanita, feminisme, persamaan gender, dan lain-lain yang bertujuan agar para wanita bebas bertindak sesuai kemauan hawa nafsunya. Maka mereka semakin mudah menggiring para wanita ke arah perzinaan. Dan akibat yang paling menyedihkan yaitu gembiranya para wanita akan kebebasannya menuruti hawa nafsunya tanpa sadar para serigala sudah siap di kanan kirinya untuk menerkamnya tanpa ampun. Yang berakibat wanita tidak semakin dihormati akan tetapi justru semakin terpuruk dan terhina tanpa mereka sadari. Itulah pelecehan mereka terhadap aturan Allah dengan menyimpangkan hubungan intim laki-laki dan wanita serta mereka benar-benar berani bermain-main dengan api neraka yang pasti akan menimpa mereka jika mereka tidak bertaubat dengan menaati hukum rajam yang telah ditetapkan Allah Rabb alam semesta.
Dan akibat dari emansipasi wanita ini perzinaan, tidak semakin berkurang justru semakin bertambah. Karena kini wanita bebas keluar rumah untuk tujuan apa saja bahkan terkadang untuk tujuan yang tidak perlu. Dan akibat emansipasi wanita, aurat para wanita sebagai kehormatan dirinya yang patut ditutupi tidak semakin tertutup yang menandakan tingginya kehormatan dirinya tetapi justru semakin terbuka dan mengumbarnya tanpa malu sedikitpun. Kemudian dengan emansipasi ini, para wanita semakin berani mengumbar auratnya dengan berkeliaran kian kemari, dan lalu bergembiralah para lelaki durjana yang selalu mengumbar nafsu syahwatnya serta bebas melampiaskannya dimana saja dengan berbagai jenis tipe wanita yang dia inginkan.
Sementara itu tanpa disadari oleh dirinya sendiri para wanita justru semakin terhina dan diperparah lagi mereka semakin lupa diri karena hampir setiap hari dihasung untuk membuka auratnya oleh berbagai media yang mengelilinginya serta didukung oleh para bintang film yang cantik-cantik yang mana mereka rela telanjang sekalipun dan berzina dihadapan orang banyak hanya demi beberapa lembar uang di film-film yang mereka bintangi. Audzu billahi min dzalik.
Urgensi Seks
Urusan hubungan antara laki-laki dan perempuan tersebut sangatlah urgen dan tidak boleh disimpangkan atau dipermainkan karena dari hubungan ini Allah menghendaki manusia berkembang biak dan terus melestarikan keturunan ras manusia agar selalu menaatinya di seluruh penjuru bumi. Dengan keturunan manusia dari hasil hubungan yang diridhai Allah maka akan dapat diharapkan lahirnya generasi manusia yang mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintainya sebab mereka dengan awal yang bersih lebih mudah untuk patuh dan taat kepada apapun yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya yang ummi tanpa membantah dan menolak sedikitpun karena memang mereka disengaja oleh orang tuanya melalui hubungan mereka yang suci agar anak-anaknya menjadi anak yang soleh dan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan kemudian atas irodah Allah menjadilah mereka generasi yang dicintai-Nya. Allahu Akbar.
Dengan pandangannya yang tegas dan lugas serta segala aturan hukumnya yang serba meliputi dan diridhai Allah, Islam telah berabad-abad membebaskan para wanita dari budak perzinaan dan menyelamatkan mereka sehingga mempunyai kedudukan yang terhormat di masyarakat manusia. Akan tetapi pada masa kini ketika Islam didakwahkan dan menghasung seluruh manusia untuk mengikutinya, termasuk menghasung mereka agar tidak terjebak dalam lingkaran zina dengan aturan hukumnya yang serba meliputi. Maka para manusia kafir dan munafik buru-buru menolaknya dan membuangnya ke belakang punggungnya dan membiarkan perzinaan merajalela. Lalu menganggap kebebasan wanita pergi kemana saja dengan pakaian yang terbuka sebagai kemajuan. Maka berkeliaranlah para wanita dengan pakaiannya yang membentuk lekuk tubuhnya dan terbuka auratnya kemana saja, tanpa menyadari para buaya darat telah terbuka menganga mulutnya dan siap memangsa mereka.
Sesungguhnya dalam perzinaan selalu saja pihak wanita yang paling dirugikan dan selalu saja menjadi korban. Dan yang paling dirugikan lagi adalah anak hasil perzinaan karena belum apa-apa, mereka sudah terkena imbas buruk dari orang tuanya yang berzina.
Maka sekali lagi maka, dengan Islamlah perzinaan dapat diselesaikan, dengan Islamah para wanita terselamatkan dan selamat pulalah nasab manusia dari kehinaan dan pencemaran.
Sebagai penutup ketahuilah bahwa sekali saja dua orang manusia berzina, maka menjadi hinalah dia dihadapan Allah, Tuhan manusia untuk selama-lamanya. Dan kehinaan ini dapat terangkat jika dia dengan ikhlas menerima hukum rajam dari Allah SWT sebagai cara tobat satu-satunya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Wallahu a’lam bishshowab.